Bukittinggi (Doni Wahyudi – detikTravel)


Bukittinggi – Berada di Bukittinggi akan membuat siapapun terpukau dengan keindahan alamnya. Hal lain yang membuat kota tersebut pantas dianggap sebagai tempat wisata terbaik di Indonesia, adalah keberadaan Ngarai Sianok yang memukau.

 

Ngarai Sianok nyaris tak mungkin dilewatkan oleh wisatawan yang mengunjungi Bukitinggi. Bukan cuma karena namanya yang sudah kesohor lantaran punya panorama memukau, tapi juga karena lokasinya yang sangat mudah dijangkau.

 

Ngarai dengan lebar sekitar 200 meter, kedalaman 100 meter dan membentang sepanjang 15 km itu merupakan bagian dari Kota Bukitinggi.

Tak perlu bingung untuk menuju lokasi wisata tersebut.

 

Ada beberapa angkutan umum melintas di sana. Jaraknya bahkan hanya sekitar 20 menit berjalan kaki dari Hotel Grand Rocky. detikTravel berkunjung ke tempat ini minggu lalu.

 

Disebutkan kalau Ngarai Sianok merupakan bagian dari patahan bumi yang ada di Pulau Sumatera. Patahan tersebut lantas menghasilkan pahatan alam yang luar biasa megah berupa dinding curam yang nyaris tegak lurus dengan hamparan lembah hijau di tengahnya.

 

Menyempurnakan keindahan lukisan alam tersebut adalah sungai yang mengalir di antara dua dinding alam itu. Penduduk sekitar menamainya dengan Batang Sianok. Batang adalah sungai dalam bahasa Minang.

 

Ada satu titik terbaik untuk menikmati Ngarai Sianok ini, yakni Taman Panorama. Jika ingin masuk, pengunjung dipungut biaya Rp 5.000/orang.

 

Dari Taman Panorama ini, wisatawan bisa mendapat titik untuk melihat nyaris ke seluruh ngarai. Semua termasuk pemandangan Batang Sianok yang berkelok mengular, seakan terlihat keluar dari kaki Gunung Singgalang dan menghilang di kejauhan.

 

Kalau Anda mengunjungi Taman Panorama ini, jangan lupa untuk berjalan kaki menyusur ke sisi belakang. Di sana terdapat semacam menara pengawas yang bisa dinaiki dengan ketinggian sekitar 10 meter.

 

Nah, dari menara inilah pengunjung bisa mendapatkan pemandangan yang lebih memukau lagi. Ini juga jadi titik yang sangat baik untuk mengabadikan dalam kamera yang wajib dibawa.

 

Obyek wisata lain yang berada di dalam era Taman Panorama ini adalah Lobang Jepang. Lobang Jepang ini sebenarnya gua buatan tentara Jepang, yang digunakan sebagai tempat persembunyian semasa perang. Memanjang hingga beberapa kilometer, ada banyak informasi menarik yang bisa didapat dari peninggalan sejarah ini.

 

Terakhir, setelah puas memandangi Ngarai Sianok dari ketinggian, silakan Anda menikmati dari dekat dengan turun ke ngarai tersebut.

Menelusuri Lobang Jepang bisa mengantar pengunjung ke bagian bawah ngarai, atau bisa juga menggunakan angkutan umum yang banyak tersedia.

 

Di tengah ngarai ada beberapa kedai yang bisa dikunjungi. Menu yang wajib dipesan setibanya di sana adalah gulai itiak lado mudo ngarai.

Bebek berbumbu cabe hijau yang memancing liur ini merupakan makanan khas ngarai dan kabarnya sudah kesohor ke penjuru nusantara.

Kamang Mudiak, Agam, West Sumatra, Indonesia


Visit Karst Lake 

http://www.youtube.com/watch?v=dAlyRNBfMmU&feature=youtu.be 

Tarusan Kamang


 

Copas dari MetroNews: 

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/27/3/134278/Tarusan-Kamang-Integrasi-Wisata-dan-Riset-Ilmiah

 

 

Tarusan Kamang, Integrasi Wisata dan Riset Ilmiah

Rabu, 27 February 2013 | 01:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Metrotvnews.com, Padang: Rakit itu mulai menepi. Tini, 50, juru kemudi dengan cekatan menujamkan gala ke sedimen keras di danau karst pada cekungan pegunungan Bukit Barisan tersebut. Dorongan dari tuas tersebut mempercepat laju rakit. 

Dia tak sabar lagi hendak melarutkan diri dalam keramaian di pinggir danau bernama Tarusan Kamang itu. Dalam rakit itu dia membawa serta keluarganya.

 

Hari itu, Sabtu (23/2), warga sekitar pinggir Tarusan Kamang, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, berbondong-bondong menuju padang rumput asri dekat ‘telinga’ danau. 

Mereka begitu antusias menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu yang datang seperti geolog, fotografer, planalog, dan penggiat wisata. “Tarusan ini kadang berair kadang kering. Terakhir kering Mei lalu. Kalau kering, tarusan berfungsi menjadi lapangan bola, dan kami ke ladang di perbukitan Pupuakan hanya berjalan kaki,” jelas Tini.

Tarusan Kamang merupakan jenis danau karst. Namun, jika danau sejenis kandungan air tergantung intensitas cuaca, kondisi danau Tarusan Kamang berubah-ubah. Kadang berair, kadang kering, yang masih misteri selama ini.

Untuk memecahkan misteri tersebut, berawal gonjang-ganjing sebuah foto ‘dua wajah’ danau yang dijepret fotografer Erison J. Kambari, beberapa
orang geolog tertarik datang untuk meneliti.

Sejauh ini, masyarakat setempat menganggap fenomena tersebut sebagai siklus biasa yang telah ada sejak dahulu kala. Mereka menilai air yang ada diisap mulut goa yang ada di bibir terusan, sebab itu terkadang kering.

Menurut warga sekitar, Imran Malin Mudo, 50, ada tujuh mulut goa di bibir danau, di kaki bukit Pupukan. “Air yang ada di danau ini mengalir melalui
sungai bawah tanah di menuju ke Simarasok, Baso, Kabupaten Agam,” ujarnya.
 
Dia menambahkan, rata-rata danau ini mengalami kekeringan satu kali dalam setahun. “Masa berair lebih lama ketimbang masa kering. Danau ini pernah berair terus selama 2 tahun,” ucapnya.

Menurutnya, proses berair terjadi selama satu bulan. “Air datang saja tiba-tiba. Tak tergantung curah hujan. Berair di saat musim kering. Kering
saat musim hujan. Seiring itu, ikan juga bermunculan,” katanya.

Pada 2000-an, dikatakan Imran, pernah terjadi keanehan. Mula genangan air saat itu ditandai dengan letusan seperti dentuman meriam. Lokasi bunyinya sekitar ‘telinga’ tarusan, di dekat bukit Pupukan. Terlepas dari folklor itu, danau Tarusan Kamang memiliki potensi wisata plus riset ilmiah berkelas dunia jika dikelola dengan baik.

Menanggapi hal itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan untuk dijadikan objek pariwisata memang menarik, tapi ekspektasi jangan terlalu tinggi.
Tahap awal wisat, menurutnya harus survei dulu.
 
Danau Tarusan Kamang, ujar Indra, memang menjanjikan karena terjadi perpaduan landscape natural dan kultural. “Sebelum menjadikan
tempat wisata, kita harus mempertimbangkan dulu keseriusan masyarakat, harapan masyarakat, budi daya yang telah dilakukan masyarakat. Setelah itu baru kita tata sedemikian rupa, dan bangun akses,” jelasnya.

Selain menarik untuk jadi objek wisata, danau dengan luas sekitar 0,38 km persegi atau 38 ha tersebut juga seksi sebagai objek studi ilmiah. Menurut
Indra, kawasan danau tersebut punya kans untuk subjek studi planologi, morfologi, kegempaan, geologi, geografi, vegetasi air.

“Kawasan danau merupakan jalur patahan semangka. Ada getaran lain yang juga muncul di sini. Ada vegetasi yang unik. Perpaduan ini merupakanlandscape yang mesti dieksploitasi dari hari ke hari,” tutur Indra.

Danau Tarusan Kamang selama ini dimanfaatkan warga untuk budi daya ikan, kubangan kerbau, memancing, dan mandi. Kala kering, ikan-ikan yang menghiasi tarusan banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang sebagian warga. Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau, nila, rayo, panser, bada putih.

Misteri Mulai Terpecahkan

Ekpedisi Danau Tarusan Kamang yang dimotori penggiat wisata Sumatra Barat Nofrin Nafilus mendatangkan geolog ternama Andang Bachtiar, Kurnia Chalik, dan Purnama.

 

Melalui ekspedisi itu, fenomena hilang timbulnya air danau selama ini bisa diungkap. Di balik ekspedisi itu tersirat  asa, kawasan tersebut bisa menjadi pusat riset plus wisata berkelas dunia.

Danau Tarusan Kamang memang unik dibanding danau sejenis di Indonesia. Menurut Andang, danau karst yang tiba-tiba kering dan tiba-tiba berair
hanya ada dua di dunia yakni Tarusan Kamang dan danau di Italia.

Dalam ekspedisi tersebut, tim melakukan tracking kasar. Sisi timur danau, jelas Andang, didapatkan bukti nyata patahan sumatra yang masih aktif di
tebing dan bebatuan. Runtuhan patahan dengan bekas-bekas slicken side(gores garis) pada bidang patahan bergerak ke arah selatan.

Di samping itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa padang rumput yang datar di tepian tarusan adalah suatu kipas alluvial, morfologi serupa kipas. Ujung titik kipas ada di bagian atas (apex) dan ujung setengah lingkaran kipas membentang di bagian bawah (obe). Keseluruhannya seolah bersandar pada suatu dinding lembah atau tepian suatu cekungan.

Di bagian atasnya berhubungan dengan suatu alur atau saluran yang pada waktu-waktu tertentu menjadi sungai. Bentukan kipas aluvial khas terjadi di tepian cekungan yang dindingnya merupakan patahan normal atau patahan turun.

“Kalau tidak ada alur atau saluran di atasnya, bentukan ini kami sebut saja sebagai faset segitiga atau triangular facet yang merupakan ciri khas jalur patahan normal (patahan turun),” tukasnya. Menurutnya, keduanya jenis morfologi yang berkembang di Tarusan Kamang.

Andang juga menemukan patahan sumatra berpijar di hampir sepanjang danau. Dalam riset yang dilakukan Andang pada batu gamping di barat-timur, terdapat bidang rekah-rekah dan kipas alluvial yang berdimensi Iebih kecil.

“Hasil tracking ke peta SRTM didapatkan bukti penunjang morfologi yang menguatkan dugaan bahwa Danau Tarusan Kamang selain punya sifat danau
karst juga punya komponen danau tektonik pisah renggang,” ulas Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.

Menurut Andang, batu gamping tersebut diperkirakan berumur 400 juta tahun. Danau Tarusan Kamang berusia sekitar 150 ribu tahun. Selain menemukan dominasi batu gamping kristalin termarmerkan dan terekahkan (xtallin marbleized fractured limestone), Andang cs juga menemukan lapisan-lapisan filit melapuk di dinding-dinding tempat parkir dan bongkah kwarsit di sebuah pulau kecil di tengah danau.

 

“Jenis-jenis batuan yang terakhir tersebut termasuk ke dalam kelompok formasi kuantan yang umurnya sama tuanya dengan batu gamping xtallin,” jelasnya.

 

Pascariset awal, Andang mengatakan kering-terisi Danau Tarusan Kamang merupakan fenomena bejana berhubungan antara sungai-sungai bawah tanah yang ada di kedalaman tebing dan punggungan gunung batu gamping di bagian timur dan selatan danau dengan rendahan atau cekungan yang dibentuk patahan-patahan.

“Ketika muka air sungai bawah tanah surut sampai level lebih rendah dari dasar danau, maka danau pun mengering. Jika muka air sungai meninggi, air danau pun terisi,” jelasnya.

Kelanjutan penelitian, Andang mengatakan, perlu dilakukan memetakan gua-gua dan sungai bawah tanah (caving-speleologi expedition) Tarusan Kamang, penjelajahan bukit morfologi sungai di seputaran danau untuk dokumentasi aspek struktur stratigrafi, hasil tes dan contoh berbagai jenis air di danau, dan sekitarnya.

“Sampel-sampel batuan dan juga sedimen danau modern telah diambil untuk nanti dianalisis di laboratorium petrografi dan palinologi untuk
menentukan sifat dan umur batuan maupun umur pembentukan danau,” ucap Andang.

Pada Juni atau Juli mendatang, Andang berencana membawa ahli karbonat dari Afrika untuk melanjutkan riset batu gamping di kawasan Danau Tarusan Kamang. (Yose Hendra/Was)

Danau Karst “Tarusan Kamang”


Danau Karst “Tarusan Kamang”

Catatan selanjutnya tentang expedisi di Danau Karst “Tarusan Kamang”, Kamang Mudiak, Agam, Sumbar

Ekspedisi Danau Karst “Tarusan Kamang”


Sekilas Ekspedisi Tarusan Kamang 23Feb 2013 (Andang Purnama, Nofrins, Kurnia) 

Dari tracking kasar sepanjang tepian danau kemaren didapatkan angka luasan badan air Tarusan Kamang seluas 38Ha atau 0.38Km2. Bentuknya memanjang Barat-Timur dengan sisi Timurnya berarah Baratlaut Tenggara. Pada sisi Timur didapatkan bukti nyata patahan aktif yaitu tebing dan runtuhan patahan dengan bekas2 slicken side (gores garis) pd bidang patahan yg arah geraknya ke Selatan (N350E). Selain itu didapatkan bukti bahwa dataran tepian danau berumput hijau tempat pusat kegiatan/kerumunan kemaren, ternyata adalah suatu KIPAS ALLUVIAL yang merupakan ciri dari morfologi patahan normal yang aktif. Patahan Baratlaut – Tenggara yang merupakan bagian dr PATAHAN SUMATRA tsb berpasangan dengan patahan Barat-Timur yang membatasi bagian selatan danau. Bukti kehadiran patahan Barat Timur ini adalah arah bidang2 rekah pada batugamping yg kemarin dikunjungi dan juga kipas aluvial yang dimensinya Iebih kecil tempat pak Imran dkk kemarin mengolah/mengerjakan batang2 bambu. Pada pengeplotan hasil tracking ke peta SRTM didapatkan bukti penunjang morfologi yang menguatkan dugaan bahwa Danau Tarusan Kamang ini selain punya sifat DANAU KARST juga punya komponen DANAU TEKTONIK PISAH REGANG. 

Selain menemukan dominasi batugamping kristalin termarmerkan terekahkan (xtallin marbleized fractured limestone) preliminary expedition kemaren juga menemukan Lapisan2 Filit melapuk di dinding2 tempat parkir dan juga bongkah2 kwarsit di pulau beringin di tengah danau. Jenis2 batuan yg terakhir tsb termasuk kedalam kelompoK Formasi Kuantan yg umurnya sama tuanya dg batugamping xtallin. 

Sampel2 batuan dan juga sedimen danau modern telah diambil untuk nanti dianalisis di laboratorium petrografi dan palinologi untuk menentukan sifat dan umur batuan maupun umur pembentukan danau. 

Seperti yg diterangKan berkali-2 dilapangan kemaren, fenomena kering-terisi-nya danau Tarusan Kamang adalah fenomena BEJANA BERHUBUNGAN antara sungai2 bawah tanah yang ada di kedalaman tebing dan punggungan gunung batugamping di bagian timur dan selatan danau dengan rendahan/cekungan yg dibentuk oleh patahan2. Ketika muka air sungai bawah tanah surut sampai Level lebih rendah dari dasar danau maka danaupun mengering. Dan jika muka air sungai meninggi maka air danaupun terisi. 

Kondisi danau yg terisi air kemaren itu tidak memungkinkan kita untuk memeriksa batuan dasar danau terutama di area yang sering disebut sebagai area Batu Menggigil, dimana katanya didapatkan lubang2 diameter 50cm-an tempat keluar masuknya air danau. Mudah2an pada kesempatan berikutnya ketika air danau mengering kita berkesempatan menelitinya lebih lanjut. Pak Imran memberikan nomer hapenya dan saya juga memberikan nomer hape ke beliau yang berjanji menilpun/sms kalau ada kejadian2 penting terkait kondisi fisik danau. 

Ekspedisi 23 Feb 2013 kemarin itu merupakan acara pembuka rangkaian penelitian2 multi-disiplin Kebumian selanjutnya untuk mengurai fenomena menakjubkan Tarusan Kamang, sehigga kita bisa lebih tawadhu menghayati nikmat keindahan dan pengetahuan yang ada di baliknya. Tentu saja ide pak Bupati untuk mengembangkan Tarusan Kamang jadi daerah untuk Integrated multi-dicipline scientific research & tourism patut kita sambut dengan kunjungan2 riset selanjutnya. Insya Allah nanti bulan Juni/Juli saya diminta untuk memimpin serombongan saintis ahli karbonat dari Afrika mengunjungi batu2 gamping di Indonesia, salah satunya mereka tertarik dengan fenomena Danau Karst Tarusan Kamang ini, tentunya setelah beberapa kali kita datang merampungkan tahap awal penelitian ini. 

Hal2 ke depan yang perlu dilakukan selain menunggu keringnya danau adalah:

  1. caving-speleologi expedition memetakan gua2 dan sungai bawah tanah Tarusan Kamang, 
  2. penjelajahan bukit morfologi, sungai di seputaran danau untuk dokumentasi aspek struktur stratigrafi, 
  3. sampling2 dan testing berbagai jenis air di danau dan sekitarannya, dsb.

 

(Laporan ilmiah lengkap tahap awal insyaalah nanti akan Kami KirimKan u/diposting di web2 terKait) 

Mudah2an berlanjut!

Danau Karst “Tarusan Kamang”


Kamang Mudiak
Posted on Februari 22, 2013 by Darul Makmur | Sunting

Ekspedisi ke Kamang Mudiak 23 Feb 2013.

Quote

Alhamdulilah, bersyukur kita kepada Allah SWT, berkat inisiatif dari Uda Nofrin’79 dkk,InsyaAllah Ekspedisi Tarusan Kamang akhirnya akan kita laksanakan pada hari Sabtu lusa 23 Februari 2013 ini,yang akan dipimpin langsung oleh Bupati Agam,Uda Indra Catri DT.MNP.

Dalam kesempatan ini izinkanlah ambo mengucapkan ribuan terimakasih dan penghargaan yang setinggi2nya kepada Pak Bupati Agam Uda Indra Catri ‘79, Uda Nofrin’79,Uda Firdaus HB’87 atas prakarsa serta dukungan nyata terhadap kegiatan Ekspedisi Geologi Tarusan Kamang ini,semoga niat dan usaha tulus ikhlas kita semua ini dalam rangka mendukung kegiatan ini akan diredhoi oleh Allah SWT dan akan dicatat oleh Allah SWT sebagai tabungan amal ibadah buat kita semua di akhirat kelak,Amin Yarrabal’alamin.

Detail informasi dari kegiatan ekspedisi ini dapat dilihat dari link Website Kamang Mudiak dibawah ini yang baru saja dilaunching 2 hari yang lalu yang disponsori oleh Kanda Firdaus HB’87 (ketua Gebu Minang Jawa Timur),dan dibuat dan didesign langsung oleh Adinda Ephi Lintau (Pakar IT,Dosen Politeknik Unand Padang yang sedang dalam proses menyelesaikan sekolah S3 nya di ITS Surabaya,Koordinator MPKAS Sumatera Barat sampai 2010 ybl).

http://www.kamangmudiak.com/id/agenda-kegiatan.html

Website ini kita harapkan nantinya akan menjadi media informasi dan sekaligus sebagai promosi bagi daerah KamangMudiak khususnya dan daerah Agam pada umumnya,baik secara nasional maupun secara internasional nantinya.Karena Daerah kamang memang menyimpan potensi kekayaan yang luar biasa sebetulnya,baik dari aspek geologi,saslah satunya fenomena Danau Tarusan Kamang yang ajaib ini,dari aspek pariwisata dan keindahan Alamnya,dari aspek sejarah (salah satunya Sejarah betapa heroik dan hebatnya Perang Kamang yang sangat terkenal itu),dari aspek pertanian/perkebunan “Durian Kamang salah satu contohnya” dan banyak aspek2 lainnya.

Unquote

Semoga dapat mengangkat wisata ranah Minangkabau.

Kamang Mudiak


Ekspedisi ke Kamang Mudiak 23 Feb 2013.

Quote

Alhamdulilah, bersyukur kita kepada Allah SWT, berkat inisiatif dari Uda Nofrin’79 dkk,InsyaAllah Ekspedisi Tarusan Kamang akhirnya akan kita laksanakan pada hari Sabtu lusa 23 Februari 2013 ini,yang akan dipimpin langsung oleh Bupati Agam,Uda Indra Catri DT.MNP.

Dalam kesempatan ini izinkanlah ambo mengucapkan ribuan terimakasih dan penghargaan yang setinggi2nya kepada Pak Bupati Agam Uda Indra Catri ‘79, Uda Nofrin’79,Uda Firdaus HB’87 atas prakarsa serta dukungan nyata terhadap kegiatan Ekspedisi Geologi Tarusan Kamang ini,semoga niat dan usaha tulus ikhlas kita semua ini dalam rangka mendukung kegiatan ini akan diredhoi oleh Allah SWT dan akan dicatat oleh Allah SWT sebagai tabungan amal ibadah buat kita semua di akhirat kelak,Amin Yarrabal’alamin.

Detail informasi dari kegiatan ekspedisi ini dapat dilihat dari link Website Kamang Mudiak dibawah ini yang baru saja dilaunching 2 hari yang lalu yang disponsori oleh Kanda Firdaus HB’87 (ketua Gebu Minang Jawa Timur),dan dibuat dan didesign langsung oleh Adinda Ephi Lintau (Pakar IT,Dosen Politeknik Unand Padang yang sedang dalam proses menyelesaikan sekolah S3 nya di ITS Surabaya,Koordinator MPKAS Sumatera Barat sampai 2010 ybl).

http://www.kamangmudiak.com/id/agenda-kegiatan.html

Website ini kita harapkan nantinya akan menjadi media informasi dan sekaligus sebagai promosi bagi daerah KamangMudiak khususnya dan daerah Agam pada umumnya,baik secara nasional maupun secara internasional nantinya.Karena Daerah kamang memang menyimpan potensi kekayaan yang luar biasa sebetulnya,baik dari aspek geologi,saslah satunya fenomena Danau Tarusan Kamang yang ajaib ini,dari aspek pariwisata dan keindahan Alamnya,dari aspek sejarah (salah satunya Sejarah betapa heroik dan hebatnya Perang Kamang yang sangat terkenal itu),dari aspek pertanian/perkebunan “Durian Kamang salah satu contohnya” dan banyak aspek2 lainnya.

Unquote

Semoga dapat mengangkat wisata ranah Minangkabau.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.