Prof H ZAENAL ABI DIN AHMAD

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Abang Ismet, izinkanlah saya untuk menyampaikan sedikit yang saya ketahui tentang ayahanda Profesor K.H. Zaenal Abidin Ahmad. Saya sebagai urang sumadonya sangat respect dan tidak sedikit bekal nasihat yang saya dapat dari beliau.

Biografi tentang almarhum Mamanda Prof H ZAENAL ABI DIN AHMAD, sudah ada bukunya yang berjudul: RIWAYAT HIDUP dan PERJUANGAN H. ZAINAL ABIDIN AHMAD yang ditulis oleh SOEBAGJO LN dan diterbitkan oleh Pustaka Antara tahun 1985, 2 tahun setelah beliau wafat pada hari Selasa 26 April 1983 di Rumah Sakit Islam Jakarta. Mungkin ada baiknya, bila ada niatan untuk mencetak ulang, bisa berhubungan dengan penerbitnya PUSTAKA ANTARA yang dimiliki oleh keluarga Almarhum Bapak H.M. Yoesoef Ahmad.

Sebagai informasi tambahan, ada baiknya saya sampaikan juga secara singkat riwayat hidup beliau.

Beliau lahir di Sulitair tgl 11 April 1911, Anak tertua dari ayah bernama Datuk Ahmad dan ibunda Sa’diah suku Piliang Tabuah nan Gadang. Beliau memiliki 4 saudara seibu yakni: Kasim Ahmad Sutan Karoni (alm); Azis Ahmad Datuk Pamuncak (alm), Agus Salim Ahmad (alm) dan Almarhumah Halimah Ahmad (ibu mertua ambo). Saat melahirkan, ibundanya wafat. Kemudian Datuk Ahmad menikah lagi dengan ibunda (?)dari suku Limo Singkek Sogo dan dikarunia seorang putri: Hj. Erma Ahmad, dan ibundanya meninggal lagi, kemudian menikah lagi dengan ibundaRamalah (Mala) dari suku Limau Panjang, dan dikaruniai 4 orang anak yakni: Arifin Ahmad (alm), Djamaludin Ahmad (alm), Wirdati Ahmad dan Syariwil Ahmad (alm).

KH Zaenal Abidin Ahmad menikah dengan Ibu Rohana Djamil pada bulan January 1931 (2 Ramadhan 1350H) dan=2 0dikaruniai 4 orang anak yakni Kakanda Nizam Zaenal, Kakanda Ismet Zaenal, Kakanda Almarhumah Ratna Zaenal dan adinda Syah Djohan Zaenal.

Selama masa hidupnya beliau isi dengan berbagai kegiatan antara lain:

1. Sebagai GURU, mengajar di THAWALIB Padang Panjang dan Normal School Padang Panjang.
2. Sebagai PENGARANG telah lebih dari 40 buku yang ditulisnya dan menulis artikel /makalah di harian/majalah dalam dan luar negeri.
3. Sebagai WARTAWAN telah mendirikan PANDJI ISLAM di Medan, Ketua Persatuan Wartawan Muslimin (WARMUSI), Pemred ALMANAR Medan, Pemimpin Umum FADJAR ASIA Singapore, P.U. BERITA MELAYU Singapore, PU INDONESIA RAYA DJOGJAKARTA, Direksi Harian PEMANDANGAN Djakarta, PU HARIAN ABADI, Djakarta. Sampai ahir hayatnya beliau aktif mengisi BULETIN DAKWAH dari Dewan Dakwah Islam.
4. Di PARLEMEN, sebagai ANGGOTA: KNIP, KONSTITUANTE, Parlemen R.I.S, Parlemen Indonesia, dan WAKIL KETUA PARLEMEN 1956 – 1960.
5. Di panggung POLITIK, sebagai Anggota PERMI Padang Panjang, Ketua Organisasi PARTAI ISLAM INDONESIA wilayah Sumatra, Ketua MASYUMI wilayah Sumatra, Ketua Panitia Pembentukan Undang-undang dari Fraksi Masyumi, Wakil Ketua utusan MASYUMI dalam Konstituante Bandung.
6. Di PERGURUAN TINGGI, sbg. Anggota dewan kurator UI, Ketua Tertinggi Universitas Ibnu Khaldun Jakarta, Anggota UNESCO di Jakarta, Dosen Ilmu Politik dan Sejarah pada Universitas Al Hilal, Jakarta, Wakil Dekan fakultas Ushuludin Univ. Prof Dr. Mustopo dan terahir sebagai REKTOR Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran, Jakarta. (Pidato pengukuhannya sebagai guru besar PTIQ pada tanggal 8 Mei 1982 berjudul “Panji Da’wah Islamiyah dan Ilmu-ilmu Al-Qur’an berkibar terus di tangan Indonesia”)
7. Di YAYASAN, sampai ahir hayatnya beliau sebagai Ketua Umum Yayasan Islam THAWALIB dan pendiri YAYASAN ZAMRODJ, sebuah singkatan dari Zaenal Abidin AhMad ROhana DJamil. Yayasan ZAMRODJ saat itu sedang membangun Masjid dan Pesantren diatas tanah seluas 5000 meter persegi yang terletak di Desa SERUA, Kecamatan CIPUTAT – Tangerang, sebagai wakaf dari kedua beliau. Dalam perkembangannya saat ini nama ZAMRODJ telah berubah menjadi ZAMRUD dan memiliki ratusan murid dari tingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Usaha mulia tersebut diteruskan oleh keluarga almarhumah Hj. DAHNIAR ZEIN, adik dari Ibu Rohana Djamil.

Dari keseluruhan hidup beliau yang telah disumbangkan buat negeri tercinta ini, masih ada PR yang menurut beliau harus di selesaikan yaitu pemikiran bahwa kehidupan tidaklah abadi. Beliau bersama beberapa tokoh SULITAIR menyadari bahwa HARTA dan KEKAYAAN tidak banyak yang dapat ditinggalkan kepada GENERASI MUDA berikutnya, kecuali hanya GAGASAN serta CITA-CITA yang luhur untuk pembangunan bangsa dan Negara, khususnya untuk KAMPUANG HALAMAN TERCINTA SULITAIR. Untuk itu beliau bersam a SAHABAT beliau sejak kecil JOESOEF AHMAD dibantu oleh rekan beliau H. Sy.Z. DT. TANARO, Adik beliau A.A. DT. PAMUNCAK, Adik Ipar beliau SABARUDDIN RASJAD DT. SAMARAJO dan rekan/sahabat beliau H.I.A.L DT NAN SATI telah membentuk sebuah PANITIA untuk menyusun RIWAYAT HIDUP para TOKOH SULITAIR dan juga Perjuangan Rakyat setempat agar apa yang mereka lakukan tidak tenggelam dimakan jaman, ditelan sejarah dan dilupakan tanpa bekas. Tetapi, untuk kesekian kalinya terbukti bahwa manusia hanya bisa merencanakan sesuatu, tetapi ahirnya Tuhan jugalah yang menentukan lain. Beliau telah dipanggil keharibaanNYA pada tanggal 26 April 1983 atau 13 Rajab 1403H sekitar pukul 16:00 setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Islam Jakarta, 7 bulan setelah ditinggal isterinya tercinta Ibu ROHANA DJAMIL yang meninggal pada tanggal 28 September 1982 di kota suci MEKAH dengan hanya membawa amal perbuatannya selama masih hidup. Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga Allah swt membalas seluruh amalannya, keluarga dan keturunannya dijauhkan dari segala malapetaka, dan diberi rahmatNya serta diridloiNya segala perbuatan mereka. Amien.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Esumarna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: